Teruntuk Manusia Istimewa

Indah akhlaknya
Mulia hatinya
Menarik parasnya.
Tapi hidup dalam hujan.
Rela mendapat hujan karena cinta.
Untuk apa mempertahankan cinta untuknya?
Yang hanya memandangmu sebagai kerikil kecil

Sekali tendang, melesat jauh dari matanya
Hanya dipungut ketika ia butuh
Kemudian ditendang lagi
Kenapa tak dihancurkan? Agar lebih kecil. Hh!
Usap derai air yang mengalir dipipimu
Kembangkan senyummu
Lihatlah! Mereka!
Melihatmu sebagai berlian yang teramat berharga.
Dibalik diamnya, yang penuh perhatian
Begitu menghargai dirimu
Tak akan menilaimu sebagai batu
Apalagi kerikil
Yang hanya dipungut,jika dibutuhkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW BUKU: "Selalu Sayang; Menyapih dengan Kasih" dari Tentang Anak

Olahraga yang Aman untuk Ibu Hamil

TIPS MENYAPIH DENGAN CINTA & TANPA MEMBOHONGI