
Hamil adalah momen yang membahagiakan ya, terutama di detik-detik penantian kelahiran si buah hati. Duuuh sudah pasti ditunggu oleh banyak orang. Ayah bunda sudah pasti ya, utinya, tantenya bahkan tetangga-tetangga akan ikut menanti. Pastinya akan familiar dengan kalimat "Kok belum lahir-lahir sih?". Apalagi jika ada yang tahu detail kapan HPLnya, atau ada barengan teman juga yang kebetulan HPLnya sama tapi dia udah lahiran duluan. Waaa, bisa bikin insecure, panik, bahkan stress. Belum lagi pertanyaan yang menurut mereka simple dan sepele itu berubah jadi teror mengerikan bagi bumil. Padahal, HPL itu Hari Perkiraan Lahir. Bukan Hari Pasti Lahir, bukan juga Hari Paksa Lahir. Namanya aja PERKIRAAN, sah-sah aja dong mau maju, mundur atau tepat di hari itu. Bukankah semua sudah qodarullah? Hehe. Kalau kata bidan Yesie, bayimu itu cerdas dan genius. Dia tahu kok bun, kapan waktunya lahir. "Jadi, aman yaa mba kalau lewat HPL?" Ehehe.. Insyaa Allah, baca selengkapnya aja yuk. Ohiya, ini sharingku berdasarkan pengalamanku pribadi ya. Alhamdulillah kemarin lahiran di usia kehamilan 41minggu secara normal pervaginam tanpa induksi medis, dan prosesnya bener-bener cepet banget menurutku. Biidznillah. Ohiya, untuk teman-teman yang kepengen baca proses lahiran ku, sudah ku simpan di highlight instagram pribadiku yaa (@olympiaaaaa__)

"Terus aku harus gimana mba? Udah stress nih, lewat HPL tapi si adek belum kasi gelombang cinta. Aku takut SC."
Tenang bun... Tenang..
Jangan panik, jangan sedih, jangan stress ya. Kasihan bayimu jika kamu stress ataupun sedih. Juga otot-ototmu akan menegang kalau kamu stress. Kalau otot menegang, mana bisa ada kontraksi, ya to? Slow down bun.
Aku dulu juga takut banget SC, apalagi bidan sudah menolak aku, maka mau tidak mau aku melahirkan di rumah sakit. Ngobrol sama perawat asisten dokter ku pada waktu itu "bu tapi saya gak di sesar to bu?" Ibu perawat tertawa kecil dan menjawab, "nggak mbak. di rumah sakit nggak selalu sesar, sesar itu langkah terakhir kalau memang apa yang telah diupayakan ternyata belum ada hasil atau kalau si adek butuh penanganan segera. Kalau enggak, ya ditangani dulu lewat induksi. Nggak usah takut, pokoknya hari Minggu kerasa nggak kerasa langsung ke IGD saja ya"
Oke, aku lega. Setidaknya, Minggu nggak langsung sesar hihi. Artinya masih ada kesempatan buatku mengikhtiarkan persalinan normal. Nah, berikut tips-tips berdasarkan pengalamanki pribadi ketika menghadapi HPL yang terlewat.
1. Tenang dan Terus Belajar
Bunda butuh inhale-exhale buat menghadapi pertanyaan "kok belum lahir-lahir sih? Itu loh si fulanah aja maju dari HPL blablabla". Kita gabisa mengendalikan orang lain, yang bisa kita lakukan adalah kuasai diri, kendalikan emosi, dan menetralisir hati. Belajar pernapasan selain membantu ketika kontraksi datang juga bisa membantu bunda menenangkan hati dan pikiran loh. Bunda juga perlu belajar terus, perbanyak bacaan terkait kehamilan lewat HPL. Kalau aku dulu, belajar lewat postingan bidan kita (bidan Yesie), bidan kriwil (bidan Ony Christie), bidan Wina, bidan Tantri, doula Mila, dokter Aldi, dokter Jeffry. Upgrade ilmu supaya hatimu tenang dan kebal komentar dari orang-orang yang masih percaya mitos dan hal-hal klenik lainnya yaa bund.
2. Selalu Perhatikan Kondisi Janin
Di akhir kehamilan pasti provider selalu mengingatkan buat bunda memperhatikan gerakan janin setiap harinya. Nah, selagi jumlah gerakan janin sesuai dengan batas aman, maka bunda tidak perlu khawatir dengan tanggal HPL yang terlewat. Juga rasakan posisinya yaa bund, biasanya kalau posisi janin tidak pada semestinya bunda akan merasakan nyeri perut.
3. Ajak Komunikasi Janinmu
The power of afirmasi tuh luar biasa loh bun. Dulu, suamiku ngajak ngomong bayi, kalau lahirnya jangan pas HPL yaa nak, abi belum gajian. Lahirnya habis abi gajian aja wkwkw. Karena, realitanya emang gitu, ada sedikit keterlambatan gaji. Suamiku memang tipe orang pemikir dan hati-hati banget.
Nah, karena itu pula, aku juga mengurangi olahraga biar nggak memicu kontraksi hehehe. Baru mulai getol olahraga lagi pas udah masuk 37 minggu.
Setelah abinya gajian, kami ngomong lagi ke dedek dalam perut, "dek, umi abi insyaa Allah udah siap kalau adek mau lahir sekarang. Kita berjuang bareng yaa dek." Sounding terus pokoknya, setiap hari setiap waktu. Juga aku ngomong ke bayi agar bareng-bareng minta izin sama Allah untuk lahir dengan cepat dan mudah, semudah ketika umi bersin.
Alhamdulillah, Allah ijabah. Huhuhu, betapa romantisnya Allah..
4. Lakukan Induksi Alami
Setelah mendengar penjelasan bahwa nggak pasti sesar, jadi ada semangat baru buat mengikhtiarkan lahiran normal. Tentunya, berupaya agar tidak diinduksi medis. Kata orang sakit banget kalau di pacu tuu.. dan ini juga jadi direncanakan, ke IGD nya Minggu sore sorean aja, siapa tahu terus ada kontraksi. Pokoknya aku gak mau di induksi. Hahah. Tekad itu, membuatku belajar tentang induksi alami dan mempraktikkannya. Apa aja induksi alami itu?
- Berhubungan suami istri
- Pijat perineum
- Power walk (jalan cepat, dengan jarak 3.2km setiap hari diakhir kehamilan kalau aku karena udah lewat HPL kann)
- Yoga open hip (segala gerakan buka panggul atas, tengah, bawah)
- Akupunktur
- Moga
- Jalan jongkok
- Squating
- Makan kurma (atau nanas juga boleh)
5. Makin Rajin Yoga & Power Walk
Power walk itu bukan sekedar jalan jauh ya bund. Tapi jalan cepat. Sekuatnya gapapa. Tapi jalan cepat memang sangat ampuh membantu menurunkan posisi janin. Karenanya akan lebih mantap jika dibarengi dengan makin rajin yoga buka panggul. Entah itu panggul atas, tengah, ataupun bawah. Fungsinya untuk membantu bayi membuka jalan. Nah, kerja sama yang indah bukan? Si dedek berjuang mencari jalan, bundanya berjuang membukakan jalan, abinya berjuang siap siaga hehehe. Maa syaa Allah. Gimana aja gerakan-gerakan yoga buka panggul? Ada kok di postingan beliau bidan-bidan yang aku sebutkan tadi. Selain itu, seringin joget yaa bund. Joget bukan sembarang joget dangdut bun, tapi joget yang juga dengan gerakan buka panggul, ada juga di postingan bidan Tantri. Itu yang gratis ya, yang berbayar dan mendetail kelasnya juga ada loh. Kepoin ajalah ig beliau-beliau ini. Semua yang bunda butuhkan udah ada di sana hehe.
6. Lakukan USG
Biarpun telat HPL, harus pantau USG juga yaa bund. Karena, selain bisa lihat kondisi Janinmu, bisa juga mengetahui kondisi air ketubanmu, apakah masih cukup dan jernih? Untuk mengetahui keadaan plasentamu juga bun, apakah sudah mengalir? Apakah posisinya menutup jalan lahir?
Jadi, selain pantau gerakan janin, memantau kondisi janin melalui USG juga penting.
Dan...
7. Berdoa dan Minta di Doakan
Ikhtiar tanpa doa adalah sombong, bukan? Biar bagaimanapun segala sesuatu yang terjadi itu atas izin Allah. Jangan pernah berhenti berdoa kepada Allah, dan minta didoakan oleh siapapun. Karena kita tidak tahu melalui lisan siapa Allah mengijabah sebuah doa.
Itu sih bun, apa yang aku lakukan sewaktu menanti persalinan yang lewat dari HPL. Kuncinya, tenang. And be positive thinking. Khusnudzon terus sama Allah yaa bun.
Okay, sekian sharing dariku. Semoga bermanfaat yaa. Aku mengizinkan bagi siapapun yang hendak share tulisan ini ke teman yang membutuhkan. Bagi yang ingin silaturahim di instagram, aku sangat membuka diri, ya.
Terimakasih sudah berkenan membaca.
Komentar
Posting Komentar