Nyeri Tulang Kemaluan Saat Hamil? Ini Pengalamanku Mengatasinya!

 


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh ... Halo haiiii, akhirnya kembali menyapa disini setelah sekian lama hiatus dan menenggelamkan diri dalam kesibukan lain. Halah wkwkw. Alhamdulillah teman-teman, aku diberi rezeki sama Allah lagi untuk mengandung anak kedua. Ternyata eh ternyata, rasanya beda banget sama hamil anak pertama dulu.

Kalau dulu, saat hamil anak pertama nafsu makan ku meningkat pesat di awal kehamilan, jadi bikin nggak ngeuh kalau aku hamil. Karena bawaannya lapar dan ngantuk terus, yaaa kan tahunya normal yaaa, habis makan terus ngantuk. Nah, kalau yang sekarang, sejak awal merasa isi, bawaannya mual muntah terus. Ini terjadi cukup lama, sampai masuk trimester kedua. Setelah drama morning sickness selesai, muncullah drama baru dimana aku merasakan nyeri kemaluan atau bahasa ngetrend-nya merasakan symphisis pubis dysfunction. Apa sih itu? Oke, izinkan aku membahasnya. Sebelum itu, kalau teman-teman ingin silaturahim sama aku, bisa find me on instagram ya https://instagram.com/olympiaaaaa__.

Symphisis Pubis Dysfunction

Simfisis pubis disfungsi atau simpelnya disebut SPD merupakan masalah yang terjadi pada bagian kemaluan. Penyebabnya, kondisi ligamen yang seharusnya menjaga tulang panggul tetap lurus, tapi malah terlalu rileks dan renggang. Akibatnya, sendi pelvis menjadi tidak stabil dan menyebabkan rasa ngilu di area kemaluan. 
Biasanya nih, keluhan ini dialamin sama ibu hamil. Buat pindah posisi rasanya sakit banget area bawahnya, dari duduk mau berdiri, dari miring kanan mau miring kiri atau bangun wuaaah rasanya nyeriiii banget. Kata ibu dan mbah-mbah, yaaa hamil itu begitu. Tapi kan waktu hamil anak pertama aku minim keluhan, muncul lah pertanyaan kok sekarang aku ngerasain ini? Kalau dulu bisa merasakan nyaman, harusnya kali ini juga bisa dong? *jiakh maksa banget ya bund.

Then, menjadi ibu hamil bukan berarti kita harus manut-manut saja dengan saran ibu dan mbah-mbah. Bukan ngajarin membangkang, cuma ... sekarang ini ilmu sudah berkembang dan cara mendapatkannya pun sangat mudah. Cuma butuh niat dan kemauan untuk belajar aja. Beda banget sama kehidupan zaman dulu kan? Masyaa Allah. Nah, karena nikmat kemajuan teknologi yang Allah beri di masa kini, aku memberdayakan diriku, belajar ini itu termasuk tentang keluhanku mengenai SPD.

Alhamdulillah, aku menemukan jawabannya lewat ilmu-ilmu yang dibagikan oleh Bidan Kita. Aku  belajar banyak hal melalui postingan Bidan Kita, baik di website, youtube, ataupun instagramnya. Dari sana pula aku menemukan solusi untuk mengatasi keluhan SPD ku.

Cara Menangani Symphisis Pubis Dysfunction

Bude Yesie, seorang bidan pemilik Klinik Bidan Kita menyarankan kepada para bumil yang mengeluhkan nyeri tulang kemaluan untuk melakukan yoga. Ini pula yang aku terapkan sebagai ikhtiar meredakan nyeri akibat SPD. Alat yang harus disiapkan untuk yoga menangani SPD pun sederhana, bunda bundi cukup menyediakan matras yoga supaya enak buat rebahan yaa bund. Setelah itu, butuh balok kalau nggak ada bisa pakai tali strap. Hmm, ikat pinggang suamimu juga nggak apa-apa bund. Tapi kalau takut rebutan karena nggak punya ikat pinggang dan balok, bunda bundi bisa pakai bantal. Iyaaa bantal yang buat bobok syantik itu, pasti punya kan di rumah?

Setelah itu, kita mulai gerakan yoga dengan merebahkan diri di matras, lalu meletakkan balok/tali strap/bantal diantara paha. Dijepit di paha, squeeze lalu angkat pantatnya (masih dalam posisi rebahan). Tahan dan atur napas, lakukan berulang. Ada bayangan nggak nih kira-kira? Atau malah bingung kalau aku jabarin lewat tulisan? Hahaha.
Oke, kalau bingung, tenang aja bund, bunda bundi bisa lihat video tutorialnya di akun youtube Bidan Kita. Aku praktikkan cara itu, dan melakukannya setiap hari, pagi dan malam. Alhamdulillah, biidznillah Allah sembuhkan lewat ikhtiar ini. Baru 2 hari, udah berasa nyaman banget.

Tips!

Sefruit tips dariku, tentu berdasarkan ilmu yang aku peroleh dari Bude Yesie, bagi bumils yang memiliki keluhan nyeri tulang kemaluan, sebaiknya hindari dulu gerakan-gerakan yang terlalu membuka panggul. Nah, sebelum bumils melakukan yoga optimalisasi posisi janin yang jelas banget banyak gerakan open hip-nya, bunda bundi wajib banget sembuhin SPD nya dulu. Kalau aku, begitu udah nyaman ... terus lanjut yoga optimalisasi posisi, tapi tetap sambil yoga SPD juga hahaha.

Yaaa, itulah sepenggal kisah berbagi pengalaman pribadi ya bund. Karena setiap wanita hamil memiliki hak yang sama untuk merasakan kenyamanan selama hamil dan melahirkan, yuk berdayakan diri. Banyak belajar, baca-baca dan praktikin ilmunya. Sebagai bumils, ikut berbagai kelas sangat disarankan loh. Misalnya, mau ikut kelas yoga, kelas napas, kelas dance for labor, kelas persiapan melahirkan dan mengurus new born bahkan kelas-kelas parenting pun sangat oke. Karena knowledge is power, maka mari belajar biar tidak mudah dibodohi dan ditakut-takuti, hehehe. Sekian dulu sharingnya, semoga bermanfaat, ya... See you next episode! Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Komentar

  1. Balasan
    1. halo kak Asri. Terimakasih sudah berkenan mampir.

      Hapus
  2. pengalaman yang tidak terlupakan saat saat hamil. seandaynya dulu waktu hamil sudah baca ini, pasti akan bisa mengurangi rasa sakit itu dulu..

    BalasHapus
  3. Terimakasih sharing nya Kak, biar nanti kalau hamil enggak kaget kaget lagi

    BalasHapus
  4. Penuh perjuangan banget jadi seorang ibu tuh, semoga anak anak kita selalu sayang sm kita ya kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW BUKU: "Selalu Sayang; Menyapih dengan Kasih" dari Tentang Anak

Olahraga yang Aman untuk Ibu Hamil

TIPS MENYAPIH DENGAN CINTA & TANPA MEMBOHONGI