Upaya Bertahan Hidup Meski Terlambat Gajian
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, hai halo haaaaii … Selamat datang kembali di blog saya. Maafkan hiatus cukup lama yaaa … dikarenakan, alhamdulillah habis lahiran dan disibukkan dengan segala macam proses adaptasi dengan kehadiran anggota baru di keluarga kami.
Kehadiran anak kedua yang cukup mengejutkan tapi juga ditunggu-tunggu. Eh gimana sih? Ahahaa, yaa jadi adik hadir tanpa perencanaan yang matang, dan kelahirannya pun melampaui batas hari perkiraan lahir. Adik masih merasa nyaman di perut Umma, meski usia kandungan Umma sudah memasuki 42 minggu. Apakah panik? Alhamdulillah tetep kalem, karena kehamilan pertama pun lahir lewat hari perkiraan, tepatnya 41 minggu.
Mulanya, saat memasuki usia kehamilan 40 minggu dan masih anteng-anteng saja, bahkan belum masuk panggul, aku pikir adik akan mengikuti jejak masnya. Aku sudah siap mental untuk itu, tentunya nggak stress stress lagi kalau ditanya “Kok belum lahir-lahir juga, sih?”. Eh ternyata, adik lahir satu pekan lebih lama dari masnya dan itupun perlu bantuan induksi medis.
Tantangan di kehamilan kedua ini, selain karena kesiapan mental yang masih saja merasa kurang, juga ada masalah di finansial. Sebagai penulis lepas novel online, tentu saja penghasilanku tidak menentu. Suami, sebagai senior programmer yang bekerja di perusahaan yang didirikan oleh teman-teman kuliahnya dan bekerja sama dengan perusahaan asing, juga terkadang mengalami keterlambatan acc payment. Jadi, gajian nggak mesti tanggal muda atau pertengahan. Kami bahkan pernah merasakan gajian di akhir bulan.
Pusing? Jelas, dong! Hahaha. Tapi begitulah arus kehidupan, bukan? Tinggal gimana kita berupaya untuk bertahan hidup ditengah derasnya arus ketidakpastian melalui inovasi baru dan terus bersemangat pantang menyerah hahaha. Alhamdulillah, suami selain kerja, juga ada side job yaitu buka jasa instal ulang, servis laptop dan jual laptop like new. Aku nyebutnya ‘like new’ yaaaa, karena yang dijual meski laptop bekas tapi tetap mengutamakan kualitas.
Walaupun jual laptop bekas juga menanggung risiko juga sih. Salah satu contohnya, beberapa hari lalu order laptop bekas yang secara pemaparannya tuh menggambarkan kondisi yang baik, begitu barang sampai, setelah dilakukan beberapa pengecekan ternyata kualitasnya nggak masuk di kriteria kami. Layar LCD-nya kedip-kedip, kami nggak cocok dan lebih memilih mengembalikan ke penjual daripada kami jual ke customer dan hanya akan menyebabkan customer kecewa nantinya.
Jadilah itu laptop yang kurang cocok tadi, di packing ulang lalu dibawa ke counter JNE terdekat untuk dikirim dikembalikan ke pejualnya. Selain jual laptop like new, kami juga menjual printilan PC seperti hardisk, SSD, RAM, keyboard external, flashdisk dan kawan-kawannya. Alhamdulillah dengan adanya barang-barang itu kami bisa mempertahankan dapur tetap ngebul walau hilal gajian tak kunjung muncul wahaha… Kadang kalau benar-benar uang udah zonk, kami adakan flash sale flasdisk atau headset. Semenjak menikah, kalau ada kurang dan masalah, yang menanggung beban bukan lagi diri sendiri, melainkan orang lain yang Allah amanahkan pula. Karena itulah kami sebagai orang tua baru, berusaha keras, dan terus berinovasi agar keadaan tetap baik-baik saja.
Kami titip dan percayakan proses kirim mengirim barang pada JNE sebagai ekspedisinya. Kenapa? Alasan pertama adalah counter-nya mudah ditemukan dan ada yang dekat dengan tempat tinggal kami. Nah, alhamdulillah-nya, counter yang dekat rumah ini, jam tutupnya lebih lama daripada counter terdekat lainnya. Alasan yang lainnya, tentu jelas perkara biaya kirimnya yang lebih terjangkau. Barang pun selalu tiba tepat waktu, jadi nggak perlu khawatir hilang atau terlambat datang.
Lewat tulisan ini, aku mau mengucapkan terimakasih kepada JNE yang sudah menemani kami berpikir kreatif dan berinovasi cari tambahan pemasukan hahaha. Melihat totalitas dan semangatnya para karyawan JNE menjadi semangat kami pula untuk terus berjuang dan berproses mengikuti ritme kehidupan. Nggak nyangka banget, JNE udah hadir selama 33 tahun untuk menemani masyarakat Indonesia berkirim paket dan berbagi kebahagiaan.
Dengan kemudahan-kemudahan berkirim barang, pembayaran jual beli pun menjadi lancar. Sehingga nggak begitu worry kalau gajian ditunda-tunda.
#JNE #ConnectingHappiness #JNE33Tahun #JNEContentCompetition2024 #GasssTerusSemangatKreativitasnya

Komentar
Posting Komentar